Korban penembakan anggota TNI AD saat pesta pernikahan di Parfi, Kabupaten Manokwari, papua Barat. (Foto: MPI/Chanry Andrew Suripatty)
Chanry Andrew Suripatty

MANOKWARI, iNews.id - Acara pesta pernikahan berujung maut terjadi di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (4/6/2022) tengah malam. Mempelai laki-laki yang merupakan pengawal pribadi (walpri) Pangdam Kasuari diduga menembak adik iparnya hingga tewas.

Kronologi kejadian berawal saat pernikahan terduga pelaku penembakan Sertu Aloisius Fesiliano Tulung Johanda dengan Agnestasia Saputri Balaweling, anak dari seorang perwira polisi. Acara pesta berlangsung di kediaman orang tua mempelai perempuan, Iptu Felix Balaweling.

Saat itulah terjadi keributan berujung penembakan yang menewaskan satu orang dan seorang lagi terluka. Kasus ini sudah dalam penyelidikan Kodam Kasuari.

Berikut 5 fakta yang dirangkum iNews.id terkait kasus Walpri Pangdam Kasuari tembak mati adik ipar di pesta pernikahannya :

1. Keributan gegara saling senggol

Acara pesta pernikahan in berlangsung hingga larut malam dengan hiburan dangdutan. Di tempat tersebut, anggota TNI AD yang merupakan teman-teman mempelai laki-laki dan masyarakat bergoyang bersama. 

Seiring berjalannya waktu terjadi saling senggol antara oknum anggota TNI AD dan masyarakat. Selanjutnya situasi semakin memanas dan terjadilah keributan.

2. Walpri Pangdam lepaskan tembakan

Sertu Alusius Fesiliano Tulung Johanda sebagai mempelai dan tuan rumah acara lalu mengeluarkan senjata api laras pendek jenis pistol G2 Combat kaliber 9x19 mm dengan nomor senjata BG EA 011405. Dia kemudian hendak mengarahkan tembakan ke atas.

Kemudian rekannya, Sertu Yusuf Putra Adam Pratama Worabai menghalau tangan sertu Alosius yang memegang pistol dengan tujuan mengarahkan ke bawah. Namun, tiba-tiba terdengar letusan tembakan satu kali.

Usai bunyi tembakan, Sertu Bayu tergeletak di depan panggung dengan luka tembak pada bagian perut sebelah kiri. Selain Sertu Bayu, Rafael Ifan Balaweling juga tergeletak di teras rumah mengalami luka tembak di bagian dada kiri. Rafael merupakan adik istrinya yang baru menjadi saudara iparnya.

3. 1 korban tewas, 1 terluka 

Seusai kejadian, kedua korban dilarikan ke Puskesmas Prafi. Sesampainya di Puskesmas, korban atas nama Rafael Ifan Balaweling meninggal dunia.

Sementara Sertu Bayu, anggota TNI AD mengalami luka tembak pada bagian perut sebelah kiri dan dirujuk ke RS AL Manokwari.

4. Oknum anggota TNI AD diproses hukum

Kodam Kasuari bertindak cepat menangani kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota TNI AD saat resepsi pernikahan di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (4/6/2022) malam.

Pelaku yakni Sertu Aloisius Fesiliano Tulung Johanda (AFTJ) sudah ditahan di Pomdam Kasuari.

Kapendam Kasuari, Kolonel Arah Hendra Pasireron mengatakan, pelaku langsung diamankan Pomdam Kasuari untuk diproses secara hukum. 

"Ya betul, ada kejadian seperti yang sudah rekan-rekan ketahui. Untuk pelaku berinisial AFTJ sudah langsung diamankan oleh pihak Pomdam Kasuari. Proses hukum terhadap yang bersangkutan masih terus berlangsung,” kata Pasireron, Minggu (5/6/2022). 

5. Dijerat hukum militer 

Kapendam menyebut oknum anggota TNI AD yang melakukan penembakan akan diproses hukum militer. Saat ini statusnya masih diperiksa untuk proses lebih lanjut.

"Jika terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran pasti otomatis akan ditindak sesuai hukum. Ya proses hukum Militer. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga sudah dilakukan," ujar mantan Dandim Sarmi tersebut. 

Terkait jumlah korban, menurut Kapendam, dari data yang didapat masih sesuai laporan awal yakni dua korban, satu korban meninggal dunia yakni RIB yang merupakan adik ipar pelaku.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT