Kapolresta Jayapura Kota AKBP Victor D Mackbon saat ekspos kasus pemerkosaan dan pencurian. (Foto: Humas Polri)
Donald Karouw

JAYAPURA, iNews.id - Pria di Jayapura memperkosa empat perempuan yang bekerja sebagai pedagang makanan. Pelaku ditangkap Tim Resmob Numbay Polresta Jayapura Kota usai menerima laporan para korban di jalan masuk TPU Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (31/5/2022).

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Victor D Mackbon mengatakan, identitas pelaku berinisial WPS (34). Dia diamankan atas dugaan tindak pidana pemerkosaan dan pencurian dengan kekerasan terhadap para korbannya.

"Pelaku merupakan residivis kasus yang sama," ujarnya didampingi Kasat Reskrim AKP Handry M Bawiling, Wakasat Reskrim Iptu Heppy Salampessy dan Kasi Humas Ipda Sarah Kafiar saat konferensi pers di Mapolresta Jayapura Kota, Rabu (1/6/2022).

Menurutnya, kasus ini berdasarkan empat laporan polisi dengan dengan satu lokasi di Pasir II dan tiga TKP di Holtekamp. Identitas keempat korban masing-masing berinisial K, EL, Y dan FR.

"Para korban ini merupakan pedagang makanan,” katanya.

Hasil penyelidikan, modus yang digunakan pelaku yakni memesan dagangan korban dalam jumlah banyak. Kemudian korban disuruh mengantar ke lokasi yang ditentukan. Selanjutnya di tempat tujuan tersebut, pelaku memerkosa korban.

“Ketika sampai di tempat tujuan atau tempat sepi, pelaku mengancam korban menggunakan pisau lalu memperkosanya. Usai itu pelaku juga mengambil handphone milik korban secara paksa,” ucapnya.

Kapolresta menuturkan, jumlah korban seluruhnya ada enam orang. Namun dua orang gagal diperkosa karena melawan hingga pelaku langsung melarikan diri. Dua kejadian ini tidak dilaporkan korban ke polisi.

“Kini pelaku bersama barang bukti satu unit motor, lima HP, pisau dan sebuah gunting telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Kapolresta.

Atas perbuatannya, pelaku WPS disangkakan melanggar Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan dan 365 KUHP tentang Curas dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT