2 Bulan Ditutup, Jalur Transportasi Laut Rute Wondama–Manokwari Dibuka Kembali

Antara · Minggu, 21 Juni 2020 - 06:20 WIT
2 Bulan Ditutup, Jalur Transportasi Laut Rute Wondama–Manokwari Dibuka Kembali
KM Margaret saat bersiap-siap mengangkut penumpang dari Pelabuhan Wasior, Teluk Wondama menuju Manokwari, Papua Barat, Jumat (19/6/2020) sore. (Foto: Antara)

TELUK WONDAMA, iNews.id - Pemerintah mengizinkan kembali jalur transportasi laut rute Wondama–Manokwari, Papua Barat, dibuka. Operasional kapal penumpang rute ini sebelumnya berhenti total selama dua bulan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Nakhoda Kapal Motor (KM) Margareth Petrus Antho Kaloke mengatakan, KM Margareth memulai pelayaran dari Wasior Kabupaten Teluk Wondama menuju Manokwari dengan membawa 80 penumpang. Pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 selama pelayaran berlangsung kembali, sejak Jumat (19/6/2020).

Adapun protokol yang diterapkan di atas kapal berpatokan pada protokol kesehatan pencegan penyebaran Covid-19, mulai dengan menjaga jarak dan mengurangi jumlah penumpang hingga 50 persen dari kapasitas muat kapal. Para penumpang juga harus menjalani rapid test, sesuai aturan yang ditetapkan Pemkab Teluk Wondama dan Pemkab Manokwari.

"Semua penumpang, termasuk anak buah kapal (ABK) menjalani rapid test serta mendapatkan surat rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19," kata Petrus, Sabtu (20/6/2020).

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Pelabuhan Wasior Kores Samori menjelaskan, pembatasan jumlah penumpang diterapkan agar penumpang bisa menjaga jarak aman antara satu dan lainnya. Semua penumpang juga telah menjalani rapid test dengan hasil nonreaktif.

"Seluruh penumpang telah mengantongi surat rekomendasi dari Gugus Tugas COVID-19," ujarnya.

Adapun prosedur calon penumpang yang akan naik kapal di antaranya, mereka harus membeli tiket terlebih dahulu. Mereka kemudian mengurus surat rekomendasi perjalanan keluar daerah kepada gugus tugas dengan menunjukkan tiket.

Calon penumpang selanjutnya menjalani rapid test. Jika hasilnya nonreaktif, yang bersangkutan mendapat surat rekomendasi untuk bisa melakukan perjalanan.

"Karena itu, kami pastikan semua penumpang telah memegang surat rekomendasi dari Gugus Tugas COVID-19," kata Samori.


Editor : Maria Christina