Cerita Dwi Cahyono, Putra Asli Papua Bernama Jawa yang Lulus Seleksi TNI AD

Felldy Utama ยท Kamis, 28 Mei 2020 - 04:05 WIB
Cerita Dwi Cahyono, Putra Asli Papua Bernama Jawa yang Lulus Seleksi TNI AD
Dwi Cahyono, pemuda dari Suku Auyu, Kabupaten Mappi, Papua, yang lulus menjadi Prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I Tahun 2020 binaan Koramil 1707-07/Keppi Kodim 1707/Merauke. (Foto: iNews.id/Puspen TNI)

MERAUKE, iNews.id - Seorang pemuda dari Suku Auyu, Kabupaten Mappi, Papua, diumumkan lulus menjadi Prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I Tahun 2020 binaan Koramil 1707-07/Keppi Kodim 1707/Merauke. Nama pemuda itu Dwi Cahyono.

Meskipun namanya dari bahasa Jawa, Dwi Cahyono asli dari Papua. Danrem 174/ATW (Merauke) Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Bangun Nawoko sempat terkejut ketika mengetahui ada putra Papua bernama Jawa. Keterkejutan ini disampaikannya saat Sidang Parade Pantukhir Calon Tamtama Prajurit Karier.

Kolonel Inf Bangun Nawoko merasa bangga pada Dwi Cahyono. Apalagi, pemuda Papua itu juga pandai berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa.

Belakangan diketahui ada kisah di balik namanya yang Jawa itu. Dwi Cahyono ternyata anak yatim yang diasuh oleh pasangan Mardi Santoso dengan Parinten sejak umur tiga hari, hingga sampai saat ini lulus seleksi menjadi Calon Prajurit TNI AD.

Dwi Cahyono, pemuda dari Suku Auyu, Kabupaten Mappi, Papua, yang lulus menjadi Prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I Tahun 2020 binaan Koramil 1707-07/Keppi Kodim 1707/Merauke. (Foto: iNews.id/Puspen TNI)
Dwi Cahyono, pemuda dari Suku Auyu, Kabupaten Mappi, Papua, yang lulus menjadi Prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I Tahun 2020 binaan Koramil 1707-07/Keppi Kodim 1707/Merauke. (Foto: iNews.id/Puspen TNI)

Dwi Cahyono dilahirkan dari pasangan Agustinus Hemi Kumuda dan Yulita Pari Ku Muda, dari suku Auyu.

Menurut sang ayah, Mardi Santoso, Dwi Cahyono memang bercita-cita menjadi tentara sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Setelah tamat SMK, Dwi Cahyono mendaftar masuk tentara di Koramil dan selanjutnya dibina oleh Koramil 1707-07/Keppi.

“Pada kesempatan pertama, dia sempat mengalami kegagalan di penerimaan Tamtama PK Gelombang II sumber pedalaman tahun 2019 karena terkendala oleh alokasi,” kata Mardi Santoso, Selasa (26/5/2020).

Namun demikian, kegagalan tersebut tidak menyurutkan keinginan Dwi Cahyono untuk menjadi tentara. Dia kembali mencoba untuk mendaftarkan diri di Koramil. “Pada awal tahun 2020, anak saya ini kembali mendaftarkan di Koramil. Syukur Alhamdulillah, saya mendengar kabar bahwa anak saya lulus dan akan menjadi tentara,” kata Mardi Santoso.

Sementara itu, Sertu Roil anggota perwakilan Koramil 1707-07/Keppi selaku pembina sehari-hari menyampaikan selama di Merauke, anak-anak yang berasal dari Mappi semuanya ditampung di rumahnya. "Mereka mengikuti pembinaan latihan fisik maupun psikologi di Kodim 1707/Merauke," katanya.


Editor : Maria Christina