Dibimbing Master, 40 Pelajar di Papua Latihan Buat Gerabah

Edy Siswanto ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 14:05 WIT
Dibimbing Master, 40 Pelajar di Papua Latihan Buat Gerabah
Pelatihan terhadap pelajar membuat gerabah di Jayapura. (Foto: iNews/Edy Siswanto).

JAYAPURA, iNews.id - Balai Arkeologi Papua menggelar pelatihan membuat gerabah bagi 40 siswa-siswi jejang SMP dan SMA di Jayapura. Mereka langsung dibimbing master Mama Berbalina Elbakoi.

Ketua panitia kegiatan sekaligus peneliti senior Balai Arkeologi Papua, Hari Suroso mengatakan, pelatihan tersebut dimaksud untuk menyiapkan para siswa jelang lomba membuat gerabah pada 21-22 Oktober.

"Tidak tanggung-tanggung, kami hadirkan langsung perajin gerabah dari kampung Abar Sentani langsung. Yaitu Mama Berbalina Elbakoi yang eksis membuat gerbah sejak kecil," kata Hari, di Kota Jayapura, Papua, Rabu (14/10/2020).

Selain untuk kesiapan lomba tersebut, Hari mengaku, pelatihan gerabah bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur yang telah diwariskan sejak ribuan tahun silam.

"Jadi memang ini program kita. Goal-nya pelestarian Gerabah, ini utamanya kepada generasi milenial agar mereka tahu sejarah dan warisan budaya," katanya.

Kepala Balai Arkeologi Papua, Gusti Made Sudarmika, mengakui jika dewasa ini generasi milenial terperangkap pada budaya luar akibat perkembangan teknologi. Sementara budaya sendiri seolah tidak diminati.

"Ini yang menjadi tantangan kita, jadi budaya leluhur ini jangan sampai hilang. Jangan tergerak dengan budaya modern," kata Made. 

Selain itu gerabah memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dibuat secara tradisional turun temurun dengan menyertakan motif megalitik Situs Tutari membuat Sempe berbeda.

"Ini kalau dikembangkan, akan menjadi ekonomi kreatif yang cukup menjanjikan. Makanya kita berupaya budaya ini tidak hilang dan terus lestari," ujarnya.

Guru pendamping SMPN 6 Jayapura, Robert H Qui, mengapresiasi pelatihan membuat gerabah ini. Sebab para peserta dapat menerapkan langsung materi muatan lokal yang memang sudah dijakarkan di sekolah.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal