Dinilai Sarat Kepentingan, Pengukuhan Lukas Enembe sebagai Kepala Suku Besar Ditolak Tokoh Agama Papua

Edy Siswanto ยท Kamis, 13 Oktober 2022 - 19:43:00 WIT
Dinilai Sarat Kepentingan, Pengukuhan Lukas Enembe sebagai Kepala Suku Besar Ditolak Tokoh Agama Papua
Pengukuhan Lukas Enembe sebagai kepala suku besar ditolak tokoh agama Papua lantaran dinilai sarat kepentingan. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Tokoh agama Papua sekaligus Sekretaris Umum Sinode Kingmi Jones Wenda menolak pengukuhan Lukas Enembe sebagai Kepala Suku Besar dari Tujuh Wilayah Adat oleh Dewan Adat Papua (DAP). Dia menyebut pengukuhan tersebut sarat kepentingan, terlebih saat sang Gubernur Papua terjerat kasus korupsi yang ditangani KPK.

"Satu hal lagi yang harus kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kemarin kita dengar bahwa Pak LE (Lukas Enembe) dilantik sebagai kepala suku besar. Kepala suku besar itu ada syarat-syarat dan mekanisme kita orang Papua terlebih khusus kita orang gunung. Kalau pemilihan kepala suku besar itu tidak sembarang," kata Jones Wenda, Kamis (13/10/2022)

Dia mengatakan, pengangkatan seseorang menjadi kepala suku besar harus mewarisi trah kepala suku dan tidak serta merta lantaran kepentingan tertentu. 

"Itu ada orang-orang tertentu kalau mewariskan gennya sebagai kepala suku, itu baru diangkat sebagai kepala suku itu syarat pertama. Yang kedua itu semua ada kesepakatan dari tokoh-tokoh adat, kepala-kepala suku, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh ibu-ibu, nah itu pemilihan secara terbuka dan dilantik juga di lapangan terbuka yang dimaksud, jadi kepala suku umum bukan kepala suku besar dan disaksikan juga oleh pejabat pemerintah supaya mereka bisa tahu, republik juga bisa tahu, itu aturannya seperti itu," ucapnya.

Jones Wenda menegaskan, apabila tidak disertai sejumlah syarat itu, maka pengukuhan Lukas Enembe sebagai kepala suku besar ilegal.

"Kalau kita orang gunung, yang melantik kepala suku besar di rumah pribadi, tempat tersembunyi, itu ada maksud-maksud tertentu. Di balik itu ada kepentingan apa? Itu kita bisa pertanyakan. Jadi ini juga, kami dari tokoh agama mempertanyakan ini kenapa bisa terjadi seperti ini? Itu pertanyaan dari kami tokoh agama. Kalau seperti itu namanya ilegal," katanya.

Editor : Rizky Agustian

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsPapua di Google News

Bagikan Artikel: