Diteror dan Diancam Ditembak KKB, Warga Ilaga Tak Gentar karena TNI-Polri Siaga

Andi Mohammad Ikhbal ยท Selasa, 04 Mei 2021 - 18:15:00 WIT
Diteror dan Diancam Ditembak KKB, Warga Ilaga Tak Gentar karena TNI-Polri Siaga
Personel Satgas Binmas Noken Polri menemui tokoh masyarakat di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Selasa (4/5/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih saja meneror, bahkan mengancam menembak warga Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, setelah membakar sejumlah fasilitas umum. Namun, warga tak gentar karena pasukan TNI-Polri siaga menjaga keamanan.

Hal ini disampaikan Kepala Suku Kabupaten Puncak Pdt Abelom Kogoya saat bertemu dengan personel Satgas Binmas Noken Polri di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Selasa (4/5/2021). Dalam kunjungan silaturahmi itu, personel memastikan situasi keamanan melalui tokoh masyarakat setempat.

"Saya sempat diancam akan ditembak oleh komplotan KKB pimpinan Numbuk Telenggen. Namun, hal itu tidak menggentarkan saya," kata Abelom Kogoya.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh maupun terprovokasi dengan oleh ulah KKB. Sebab, aparat TNI-Polri senantiasa siap menjaga keamanan di Papua. 

Abelom juga menyampaikan agar masyarakat untuk bersama-sama dengan aparat TNI-Polri menjaga keamanan wilayah Papua, khususnya Kabupaten Puncak. 

Sementara personel Satgas Binmas Noken Polri memastikan Polri bersama TNI akan menjaga situasi keamanan di Distrik Ilaga. Diketahui di perkampungan tersebut sempat terjadi penyerangan dan teror yang dilakukan oleh KKB teroris Papua, Senin (3/5/2021).

Komplotan KKB berulah kembali dengan membakar gedung puskesmas dan sekolah. Selain itu, KKB merusak beberapa fasilitas jalan di wilayah Mayuberi, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. 

Kedatangan Satgas untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus menjalin silaturahmi dengan warga setempat. Kedatangan Binmas Noken Polri disambut dengan hangat oleh masyarakat Ilaga, Puncak. Mereka merasa aman dengan kehadiran personel Polri.

Dalam pertemuan itu juga terungkap, tokoh agama setempat Menaser Labene sempat mengusik warga sipil di wilayah Muara, Distrik Maiberi, Puncak. Akibatnya, masyarakat yang tinggal di wilayah Muara meninggalkan rumah dan tinggal bersama sanak saudara di kampung terdekat, yakni Kampung Paluga, Kampung Kimak dan Kampung Kago. 

Editor : Maria Christina