Kasus Positif Menurun, Mimika Optimistis Segera lewati Pandemi Covid-19

Antara ยท Senin, 29 Juni 2020 - 10:05 WIB
Kasus Positif Menurun, Mimika Optimistis Segera lewati Pandemi Covid-19
Para petugas lapangan yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika mengikuti rapid test. (Foto: Antara)

TIMIKA, iNews.id - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Mimika optimistis pandemi Covid-19 di Mimika mulai memasuki masa akhir. Meski kasus baru masih potensial ditemukan, penyebarannya lebih lambat dibandingkan dengan periode Maret hingga Mei lalu.

Juru Bicara TGTPP Covid-19 Kabupaten Mimika Reynold Ubra mengatakan, pada 4 Juni lalu, angka reproduksi efektif penularan Covid-19 di Mimika 0,7. Ini jauh menurun dibanding pada periode Maret hingga Mei yang berada pada angka 5, yang artinya satu orang bisa menularkan ke lima orang lain.

"Dari data yang ada memberikan gambaran bahwa penularan itu sebetulnya sudah sangat melambat. Angka reproduksi 0,7 itu menggambarkan satu kasus hampir tidak bisa menularkan ke orang lain," kata Reynold di Timika, Minggu (28/6/2020).

Diketahui, Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah dengan temuan kasus Covid-19 tertinggi di Provinsi Papua setelah Kota Jayapura. Hingga pekan ini, jumlah kasus positif di wilayah itu mencapai 389 orang. Di sisi lain, angka kesembuhan pasien yang dirawat terus meningkat.

Data pada Posko Kesehatan TGTPP Covid-19 Kabupaten Mimika hingga Minggu (28/6/2020), terdapat 308 pasien sudah sembuh dari Covid-19. Laporan ini berasal dari tiga rumah sakit di Mimika yang menangani perawatan dan isolasi pasien Covid-19, yaitu RSUD Mimika, RS Tembagapura dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.

Sementara pasien yang masih dirawat sebanyak 75 orang, yaitu 37 pasien dirawat dan diisolasi di RSUD Mimika (termasuk Shelter Wisma Atlet Timika) dan 38 orang di RS Tembagapura. Adapun jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Mimika hingga saat ini sebanyak enam orang atau 2 persen dari total kumulatif kasus.

Meski begitu, Reynold tetap mengharapkan agar warga Mimika benar-benar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Warga mesti selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan pada air mengalir dengan sabun, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan orang.

Di sisi lain, tim kesehatan hingga kini terus meningkatkan kegiatan survailens dalam 24 jam untuk melacak orang-orang yang memiliki kontak erat berisiko tinggi dengan kasus positif. Tim kesehatan juga terus memperluas pemeriksaan melalui pemeriksaan cepat atau rapid test.

"Bagi yang hasilnya reaktif, wajib melakukan isolasi mandiri dan selanjutnya dirujuk untuk melakukan pemeriksaan swab," ujarnya.

Menurut Reynold, kunci utama Mimika bisa melewati masa puncak pandemi Covid-19, yakni komitmen bersama semua pihak. Ini juga didukung dengan kepemimpinan daerah yang responsif dalam penanganan pandemi global tersebut.

"Artinya ada komitmen bersama antara pemerintah daerah, swasta dan semua unsur terkait lainnya untuk bersama-sama bahu-membahu mengatasi permasalahan ini secara serius. Itu semua juga berjalan paralel dengan kepemimpinan daerah dalam hal ini bupati, wakil bupati, forkopimda, yang satu suara," kata Reynold.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika itu mengatakan, dinkes sebagai leading sector di bidang kesehatan melibatkan semua fasilitas kesehatan, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta untuk bersama-sama menangani pandemi Covi-19. Penanganan itu mulai dari pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk alat pelindung diri (APD) dan lainnya yang dibutuhkan.

Dalam penegakan aturan pembatasan sosial, semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mimika terlibat secara langsung bekerja sama dengan aparat TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, paguyuban, relawan dan forum kerukunan umat beragama (FKUB).

Hal itu terlihat jelas saat pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial secara meluas (PSSM), pembatasan sosial diperluas dan diperketat (PSDD), pra-new normal atau normal baru hingga adaptasi gaya hidup baru yang diterapkan saat ini.

Faktor penting lainnya dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Mimika, yaitu dengan telah tersedianya fasilitas pemeriksaan secara mandiri di Laboratorium PCR pada Klinik Kuala Kencana milik PT Freeport Indonesia dan Laboratorium PCR RSUD Mimika.

"Setiap hari pasti ada pemeriksaan spesimen swab antara 100 sampai 110 spesimen yang bisa dikeluarkan dan diketahui hasilnya dalam waktu 24 jam. Ini langsung terkoneksi dengan sistem pelaporan kasus BNPB di Jakarta melalui Litbangkes Provinsi Papua di Jayapura," ujar Reynold.


Editor : Maria Christina