Kota Sorong Kembali Membara, Puluhan Warga Mengamuk dan Membakar Rumah

Chanry Andrew Suripatty · Senin, 05 Oktober 2020 - 22:06:00 WIT
Kota Sorong Kembali Membara, Puluhan Warga Mengamuk dan Membakar Rumah
Asap mengepul dari puing-puing rumah yang dibakar puluhan warga di Jalan Tanjung Seget dan Jalan Pendidikan Km 8, Kota Sorong, siang tadi. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

SORONG, iNews.id – Kota Sorong, Papua Barat, kembali membara, Senin (5/10/2020). Puluhan orang mengamuk merusak dan membakar sejumlah rumah warga di Jalan Tanjung Seget dan Jalan Pendidikan Km 8, Kota Sorong, siang tadi.

Aksi perusakan dan pembakaran ini buntut dari penyerangan seorang warga bernama Robert Maturbongs hingga tewas dan Erik Maturbongs dalam keadaan kritis. Keduanya dikeroyok oleh sejumlah pemuda yang diduga dalam keadaan dipengaruhi minuman keras (miras), Senin (5/10/2020) dini hari. Kejadian sekitar pukul 02.00 WIT ini membuat amarah para kerabat korban tersulut.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, kasus pengeroyokan terhadap korban terjadi di Jalan Sungai Remu km 8 Kejadian ini menewaskan Robert Maturbongs dan kerabatnya Erik Maturbongs luka serius di bagian wajah serta kepala. Saat ini Erik masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Ada kejadian pengeroyokan, korbannya atas nama Robert Maturbongs dan Erik Maturbongs. Akibat pengeroyokan itu, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit," kata Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan di Sorong, Senin (5/10/2020) sore tadi.

Puluhan kerabat korban tidak terima dengan pengeroyokan yang menewaskan dan melukai keluarganya. Mereka melampiaskan kekecewaan dan kemarahan dengan membakar empat rumah warga yang diduga tempat tinggal dari para terduga pelaku pembunuhan. Empat unit rumah warga yang dibakar berada di dua lokasi.

"Begitu korban Robert Maturbong dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.00 WIT, kami langsung menerima informasi bahwa sudah ada beberapa rumah warga yang dibakar. Ini aksi spontanitas dari masyarakat atau keluarga korban yang melakukan pengrusakan beberapa rumah warga," kata Ary.

Lebih lanjut Ary mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas dari para terduga pelaku pengeroyokan yang diduga berjumlah lebih dari dua orang. Saat ini para pelaku dalam pengejaran petugas kepolisian.

"Pihak keluarga korban sudah membuat laporan ke polisi dan laporan tersebut sudah kami tindak lanjuti dengan bergerak mencari para pelaku pengeroyokan," kata AKBP Ary Nyoto Setiawan.

Ary meminta kepada warga masyarakat untuk tidak melakukan aksi-aksi yang dapat memperkeruh suasana. Dia juga berharap agar masyarakat dapat mempercayakan kasus ini kepada pihak Kepolisian.

"Saya minta masyarakat jangan lagi melakukan gerakan-gerakan yang dapat memperkeruh suasana. Percaya kepada kami karena saya sudah perintahkan jajaran untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku pengeroyokan," katanya.

Dia menegaskan, pihak Kepolisian berupaya secepatnya mengamankan dan menangkap pelaku. Pihak keluarga juga memberikan waktu kepada polisi 2 x 24 jam agar bisa segera menangkap pelaku.

"Kami juga sudah lokalisir agar kejadian ini tidak meluas. Kami sudah dekati pihak keluarga untuk tidak melakukan aksi apapun yang dapat merugikan orang lain," katanya.

Sementara itu, terkait masih maraknya aksi kejahatan di kota Sorong Papua Barat, salah satu tokoh masyarakat Papua, Alberth Indey di Kota Sorong, meminta Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis untuk dapat mengevaluasi kinerja jajaran Polres Sorong Kota. "Dibutuhkan seorang kapolres di Kota Sorong yang mempunyai sikap tegas dan humanis," ujarnya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: