Muncul Dugaan BST di Distrik Mimika Barat Dipotong, Warga Hanya Terima Rp50.000 per Bulan

Antara · Rabu, 21 Juli 2021 - 12:36:00 WIT
Muncul Dugaan BST di Distrik Mimika Barat Dipotong, Warga Hanya Terima Rp50.000 per Bulan
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto. (Foto: Antara/Evarianus Supar)

TIMIKA, iNews.id - Muncul dugaan pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) warga kurang mampu di wilayah Distrik Mimika Barat oleh oknum petugas desa hingga RT. Warga hanya menerima Rp50.000 per bulannya dari bantuan Rp300.000.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto mengatakan saat ini tiga orang penyidik Unit Tipikor Polres Mimika sedang berada di Kokonao, ibu kota Distrik Mimika Barat. Mereka sedang mengumpulkan data-data terkait pemotongan BST dari setiap warga kurang mampu itu.

"Anggota kami sekarang berada di Kokonao untuk mengecek sekaligus mengumpulkan data-data terkait kebenaran informasi adanya pemotongan BST kepada setiap keluarga penerima manfaat (KPM) yang dilakukan oleh oknum petugas yang membagikan dana bantuan itu. Rencananya paling cepat mereka tiga hari berada di Kokonao," tutur Hermanto.

Berdasarkan informasi dan laporan yang diterima Polres Mimika, setiap KPM yang berdomisili pada tujuh desa di Mimika Barat itu hanya menerima BST senilai Rp50.000. Padahal seharusnya mereka menerima Rp300.000 per bulan.

"Informasi yang kami terima, ada yang hanya terima Rp50.000 per KPM per bulan. Padahal alokasinya Rp300.000 per bulan. Yang jelas PT Pos Indonesia telah menyalurkan dana itu ke distrik (kecamatan) dan selanjutnya dari distrik diteruskan ke setiap kampung dan RT. Petugas mana saja yang melakukan pemotongan, itu yang sementara sedang kami selidiki," ujarnya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2