Profil KNPB, Organisasi Pro Kemerdekaan Papua yang Dukung Gerakan Teroris KKB

Andi Mohammad Ikhbal ยท Kamis, 10 Juni 2021 - 12:20:00 WIT
Profil KNPB, Organisasi Pro Kemerdekaan Papua yang Dukung Gerakan Teroris KKB
OPM dan KKB di Papua diusulkan sebagai organisasi teroris. (Foto: Istimewa).

JAYAPURA, iNews.id - Seorang aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kembali diamankan polisi diduga karena terlibat penyebaran informasi hoaks. Pelakunya menjabat sebagai pimpinan organisasi tersebut di wilayah Kabupaten Merauke.

Penangkapan aktivis KNPB bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya Februari 2021 lalu, aktivis organisasi tersebut ditangkap karena hasut pemuda Papua tak mendaftar dalam seleksi calon Bintara Noken Polri.

Lalu Sekretaris KNPB Naftali Tipagau yang diamankan karena terlibat penjualan serta pemasokan senjata api kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Januari 2021.

Kemudian pada Juli 2020 Ketua KNPB Maybrat Agus Sori ditangkap karena diduga menjadi otak pembunuhan sadis terhadap warga. Sebulan sebelumnya, Juni 2020, Humas KNPB berinisial ST dilumpuhkan polisi karena mencoba kabur saat akan ditangkap. 

Selanjutnya Agus Kossay yang menjabat sebagai ketua umumnya dan Steven Itlay, Ketua KNPB Mimika yang diamankan di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura pada September 2019.

KNPB merupakan organisasi politik sekelompok masyarakat Papua yang menyuarakan kemerdekaan Papua. Gerakan mereka sejalan dengan organisasi Papua Merdeka (OPM).

Asal muasal lahirnya organisasi ini berawal dari inisiasi sekelompok warga yang ingin adanya Kemerdekaan Bangsa Papua Barat pada 1961. Lalu berlanjut aksi demo pada 1969 menyuarakan referendum atau melepaskan diri dari NKRI.

KNPB sendiri baru resmi berdiri pada 2009 setelah Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Buktar Tabuni dan Ketua OPM Sebby Sabom ditangkap. Kini organisasi tersebut memiliki akar cabang hingga ke sejumlah daerah di wilayah Papua.

Gerakan separatis yang bergerak lewat jalur politik ini jelas mendukung aksi teroris yang dilakukan KKB. Selain ada sejumlah oknum yang terlibat dalam perjuangan komplotan tersebut, mereka juga aktif menyebarluaskan informasi hoaks.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal