get app
inews
Aa Text
Read Next : Jejak Kejahatan Anggota KKB Iron Heluka, Pembakar Gedung Samsat Yahukimo

Siapa Pendiri KKB Papua? Kelompok Separatis dan Teroris Bersenjata

Sabtu, 08 April 2023 - 15:11:00 WIT
Siapa Pendiri KKB Papua? Kelompok Separatis dan Teroris Bersenjata
Ilustrasi KKB Papua, pendiri dan aksi gerakan separatisnya di Tanah Papua. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Siapakah pendiri Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua? Kelompok separatis ini diketahui telah ditetapkan pemerintah Indonesia sebagai teroris sejak tahun 2021.

Untuk mengetahuinya akan dibahas lebih dahulu tentang KKB yang dulu dikenal dengan sebutan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Organisasi ini merupakan kelompok yang ingin Papua melepaskan diri dari NKRI selama lebih dari setengah abad.

Gerakan separatis KKB menggunakan cara kekerasan dan senjata dalam setiap aksinya. Baik dengan aksi perusakan hingga pembunuhan. Para korban berjatuhan bukan hanya dari warga setempat maupun pendatang, namun juga aparat TNI dan Polri.

Keberadaan KKB Papua sudah menjadi kelompok separatis yang mengancam keutuhan negara. Bahkan merunut sejarahnya, gerakan separatis ini sudah ada sejak tahun 1963 saat Papua dikenal dengan nama Irian Barat dan Irian Jaya.

Gerakan KKB biasa disebut juga KKSB dan KSTP (singkatan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata, dan Kelompok Separatis Teroris Papua).

Asal usal KKB

Dirangkum dari berbagai sumber, KKB berasal dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer dari OPM sehingga kerap disebut TPNPB-OPM yang dibentuk pada 26 Maret 1973. Sejak 2012, TPNPB-OPM dipimpin Goliath Tabuni yang diangkat menjadi Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Semula ada tiga kekuatan KKB di Papua, yakni kelompok Goliath Tabuni di wilayah Puncak Jaya, kelompok Puron Wenda yang beroperasi di wilayah Lanny Jaya dan kelompok Richard Hans di Papua New Guinea.  

Kemudian muncul kelompok lain yakni Kelly Kwalik di Mimika serta Egianus Kogoya di Puncak Jaya dan kini bermarkas di Nduga. Kelompok Egianus ini muncul setelah Kelly Kwalik tewas dalam serangan polisi.

Tak hanya melalui kekerasan bersenjata, OPM juga menempuh upaya jalur diplomatik, melakukan upacara pengibaran bendera Bintang Kejora dan aksi terorisme sebagai bagian dari konflik Papua yang meminta referendum.

Sejarah berdirinya OPM

OPM didirikan Desember 1963. Organisasi ini awalnya merupakan gerakan spiritual kargoisme, kelompok kebatinan yang menggabungkan kepercayaan adat dan Kristiani yang dibentuk kepala Distrik Demta Aser Demotekay. Pihak Aser kooperatif dengan pemerintah Indonesia dan melarang kekerasan. Namun pengikut Aser, Jacob Prai melanjutkan gerakan tersebut dengan kekerasan.

Kelompok kedua berasal dari Manokwari pada tahun 1964, tokohnya Terianus Aronggear. Dia mendirikan 'Organisasi Perjuangan Menuju Kemerdekaan Negara Papua Barat'. Organisasi ini juga bergerak secara klandestin. Belakangan, organisasi Terianus dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kelompok ini mengirim dokumen ke PBB meminta peninjauan kembali persetujuan New York yang juga berisi rancangan susunan kabinet Papua Barat. Susunannya antara lain Markus Kaisiepo sebagai Presiden, Nicolaas Jouwe sebagai Wakil Presiden, Terianus Aronggear sebagai Menteri Luar Negeri dan Permenas Ferry Awom sebagai Panglima Perang. Nama-nama inilah yang pertama kali mendirikan OPM hingga berkembang saat ini menjadi KKB.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut