Teriakan Terakhir Prajurit Kopassus Ini Tak Pernah Terlupakan di Telinga Luhut Pandjaitan

Riezky Maulana ยท Jumat, 14 Januari 2022 - 11:15:00 WIT
Teriakan Terakhir Prajurit Kopassus Ini Tak Pernah Terlupakan di Telinga Luhut Pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan saat mengantar kepergian Letkol Inf Atang Sanjaya ke peristirahatan terakhir di TMP Kalibata, 5 Oktober 2020. (Foto: FB/LBP).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memiliki segudang cerita tentang satuan elite TNI AD Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Bahkan, dia tidak bisa melupakan teriakan terakhir prajurit Kopassur,  Letkol Infanteri (Purn) Atang Sanjaya sebelum Operasi Seroja.

Luhut yang lahir dan besar di Korps Baret Merah ini pun mengantarkan teman seperjuangannya ke peristirahatan terakhir di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Sosok tersebut yakni Letkol Infanteri (Purn) Atang Sanjaya yang berpulang tepat di HUT ke-75 TNI, 5 Oktober 2020. Atang tutup usia setelah hampir sebulan dirawat karena sakit.

“Mungkin terlalu banyak kenangan yang saya alami bersama Letkol Atang sehingga tiba-tiba rasa haru itu hadir dan dengan susah payah saya menahan agar tidak mengeluarkan air mata,” kata Luhut, dalam akun Facebook pribadinya, dikutip Kamis (15/4/2021).

Sejumlah tes ketat harus dilalui anggota Kopassus untuk masuk Sat-81 yang menangani antiteror. (Foto: Reuters)
Sejumlah tes ketat harus dilalui anggota Kopassus untuk masuk Sat-81 yang menangani antiteror. (Foto: Reuters)

Lulusan terbaik Akademi Militer 1970 itu menceritakan, ikatan emosionalnya dengan almarhum Atang begitu kuat. Luhut pun mengenang peristiwa 45 tahun silam saat mereka tergabung dalam anggota Grup-1/Parako (Nanggala V) bertempur bersama dalam Operasi Seroja pada 7 Desember 1975 di Timor Timur.

“Yang paling saya ingat dari sosok almarhum adalah keberanian dan ketangguhan beliau di setiap operasi militer, meskipun beliau bukan lulusan Akademi Militer,” ujarnya.

Luhut juga mengingat momen terakhir sebelum penerjunan ke Dili. Malam itu waktu menunjukkan pukul 23.00. Suasana agak “chaotic” karena ada kunjungan KSAU yang hendak melakukan pengecekan pasukan satu per satu.

Kendati demikian, pasukan yang ditugaskan untuk operasi itu tetap melakukan persiapan untuk Operasi Linud di “marshalling area”, Madiun. Di situ dirinya berpapasan dengan Atang.

“Letkol Atang menyapa saya hanya dengan satu kata “KOMANDO!” tidak ada kata lain yang keluar dari mulutnya selain itu,” ucapnya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: