Tim Olah TKP Polda Papua Adu Tembak dengan Kelompok Bersenjata di Intan Jaya

Antara ยท Sabtu, 26 September 2020 - 09:21:00 WIT
Tim Olah TKP Polda Papua Adu Tembak dengan Kelompok Bersenjata di Intan Jaya
Ilustrasi kontak senjata. (Foto: Okezone.com)

JAYAPURA, iNews.id -  Tim olah TKP Polda Papua sempat ditembaki kelompok bersenjata di Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya. Akibatnya, sempat terjadi kontak senjata antara dua kelompok tersebut.

Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, tim yang didampingi Wakil Kepala Polda Papua, Brigadir Jenderal Polisi Mathius Fakhiri dan Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan telah selesai olah TKP dan kembali ke Sugapa.

"Rombongan sempat ditembaki sehingga terjadi kontak senjata, namun tidak ada korban jiwa dari TNI-Polri," kata Waterpauw, Jumat (25/9/2020).

Dia menambahkan, saat itu, polisi tengah olah TKP kasus penembakan yang terjadi di Hipadipa, termasuk untuk mengungkap kasus meninggalnya Pendeta Yeremias Zanambani. Dalam upaya mengungkap kasus tersebut, polisi mengalami hambatan karena wilayah Hipadipa saat ini dikuasai kelompok bersenjata.

Selain itu, untuk mencapai kawasan tersebut, harus ditempuh sekitar sembilan jam perjalanan lewat darat.

Ketika ditanya tentang tudingan terhadap TNI terkait kematian Zanambani, Waterpauw mengatakan hal itu biasa dilakukan kelompok-kelompok tersebut. Seperti halnya kasus penembakan WNA berkebangsaan Selandia Baru di Kuala Kencana.

Pada kasus itu, kejahatan itu ternyata dilakukan kelompok bersenjata yang dipimpin Sebinus Waker yang menggantikan Ayub Waker yang telah tewas.

"Pada kasus itu, polisi berhasil mengungkap dan membuktikan bila penembakan terhadap karyawan PT Freeport memang dilakukan Waker dan gerombolannya. Bukan TNI atau Polri," katanya.

Dia menduga, kekuatan kelompok bersenjata yang dipimpin Waker itu, diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Mereka memiliki 17 senjata yang merupakan hasil rampasan dari TNI-Polri.

Editor : Umaya Khusniah