10 Tempat Wisata di Asmat Papua yang Bakal Bikin Terpukau

Salsabilla Nur Rizki ยท Rabu, 22 September 2021 - 15:04:00 WIT
10 Tempat Wisata di Asmat Papua yang Bakal Bikin Terpukau
10 Tempat Wisata di Asmat Papua, salah satunya saat Festival Budaya Asmat atau Pesta Budaya Asmat di Distrik Agats. (Foto: iNews/Maria Christina)

JAKARTA, iNews.id - 10 tempat wisata di Asmat Papua ini layak menjadi destinasi wisata saat berkunjung ke Tanah Papua karena keindahan alamnya. Asmat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang memiliki ibu kota Agats.

Nama kabupaten ini merupakan nama suku penduduk aslinya, yakni Asmat. Selain karena keindahan alamnya, budayanya yang menarik kerap kali menjadi alasan wisatawan berkunjung ke tempat ini untuk mempelajari dan melihat lebih dekat. Asmat juga sangat terkenal dengan ukirannya yang sarat makna. 

Jenis objek wisata yang ada di Kabupaten Asmat sesuai dengan yang dikutip dari situs www.asmatkab.go.id dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu wisata alam, budaya, dan sosial. Kamu akan terpukau dengan keindahan dan keunikan tempat wisata di Asmat Papua ini.

Berikut daftar 10 tempat wisata di Asmat Papua yang dirangkum, Selasa (20/9/21):

1. Taman Nasional Lorentz

Tempat wisata di Asmat Papua yang pertama, yakni Taman Nasional Lorentz. Keindahan alam Papua memang tiada duanya. Bagi kamu pencinta alam, wajib banget berkunjung ke tempat wisata Taman Nasional Lorentz ini. 

Perahu Motor di Sawa Erna, Kabupaten Asmat, Papua, yang masuk kawasan Taman Nasional Lorentz (/mimika.imigrasi.go.id/Tara Cain/Ist)
Perahu Motor di Sawa Erna, Kabupaten Asmat, Papua, yang masuk kawasan Taman Nasional Lorentz (/mimika.imigrasi.go.id/Tara Cain/Ist)

Taman ini merupakan salah satu taman nasional terluas di Asia Tenggara. Kawasannya membentang sekitar 2,7 juta hektare dan Kabupaten Asmat termasuk di dalamnya, tepatnnya Distrik Sawa Erna.

Anda dapat menikmati sejuknya udara dan pemandangan bukit yang indah di sini. Taman Nasional Lorentz ini juga dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1999.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: