Ini Alasan Wali Kota Jayapura Tolak Penutupan 5 Kelurahan Zona Merah

Antara ยท Sabtu, 25 Juli 2020 - 10:15 WIB
Ini Alasan Wali Kota Jayapura Tolak Penutupan 5 Kelurahan Zona Merah
Pemalangan di Jalan Amphibi Jayapura. (Foto: iNews/Fredy Nuboba).

JAYAPURA, iNews.id - Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, menolak rencana penutupan lima kelurahan di daerahnya. Alasannya tidak ada koordinasi dari Pemerintah Provinsi Papua terkait agenda tersebut.

Dia mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan dari provinsi terkait agenda tersebut. Adapun lima kelurahan yang masuk zona merah Covid-19 yang awalnya akan lockdown lokal antara lain, Kelurahan Bhayangkara, Gurabesi, Hamadi, Entrop, dan Waimhorok.

"Saya selaku wali kota belum pernah dilaporkan tentang adanya rencana tersebut dan penutupan itu bukan wewenang provinsi, " kata Wali Kota Benhur Tomi di Kota Jayapura, Papua, Jumat (25/7/2020).

Menurut dia, untuk menutup satu wilayah saja membutuhkan anggaran yang besar untuk mencukupi kebutuhan warga. Apalagi bila ada lima kelurahan dengan konsekuensi adanya jaminan dari pemerintah daerah.

Benhur Tomi mengatakan, saat ini anggaran Pemerintah Kota Jayapura sudah semakin menipis. Selain itu dia menyesali tidak adanya koordinasi sejak awal dari Pemerintah Provinsi Papua.

Dia menilai, sejumlah wilayah dengan kasus tinggi Covid-19 disebabkan warganya tidak patuh pada protokol kesehatan. Wali kota mengakui, mereka ini masuk kategori orang kepala batu (OKB).

"kami sudah merangkul para tokoh dan ketua paguyuban untuk mengedukasi warga soal protokol kesehatan ini. Agar warga lebih disiplin dan patuh," ujar dia.

Hingga Jumat (24/7) warga di Kota Jayapura yang positif tercatat 1.688 orang, 526 orang dinyatakan sembuh, 1.139 dirawat dan 23 orang meninggal.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal