Jengkel, Puluhan Warga Timika Seret Kontraktor ke Kantor Polisi

Antara ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:15 WIT
Jengkel, Puluhan Warga Timika Seret Kontraktor ke Kantor Polisi
Warga Timika menyeret kontraktor ke kantor polisi. (Foto: Antara).

TIMIKA, iNews.id - Puluhan warga Kompleks Irigasi, Kampung Mandiri Jaya, Kabupaten Mimika, Papua, memaksa seorang kontraktor mendatangi kantor polisi. Mereka merasa jengkel karena pelaku dinilai tak menepati janji untuk membangunkan rumah seperti yang sudah disepakati.

Warga menyeret seorang kontraktor atas nama Budi bersama istri dan anaknya, serta seorang kontraktor lain bernama John. Masyarakat di Kompleks Irigasi kecewa, karena pelaku tak juga memulai proyek pembangunan, padahal mereka sudah menyetorkan uang puluhan juta rupiah.

"Dia datang ke kami mengatakan ada proyek perumahan dari Kementerian PUPR. Karena masyarakat sebagian besar tidak punya rumah, kami ramai-ramai mendaftar," kata warga Ayub Wandibko saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2020).

Saat mendaftar itulah warga dimintai uang muka sebagai administrasi awal. Mereka membayarkan uang mulai dari Rp10 juta - Rp80 juta, tergantung jenis dan tipe rumah yang akan dibangun oleh Budi.

Namun setelah dua bulan berlalu, tanda-tanda akan dibangun perumahan di kompleks Irigasi tidak kunjung terealisasi sebagaimana kesepakatan awal antara warga dengan kontraktor tersebut.

"Sudah dua bulan berjalan ini, kelihatannya dia tidak serius. Ada yang baru kasih turun pasir satu ret. Ada yang baru mulai kerja fondasi. Bahkan ada yang sama sekali belum dikerjakan," ujar dia.

Padahal, kata Ayub, warga sudah membersihkan lokasi yang akan dibagunkan perumahan itu dengan menyewa alat berat dengan biaya sendiri. Mereka juga bergotong royong, menyiapkan lahan agar proses pembangunan dapat segera dikerjakan.

Namun warga mulai jengkel saat Budi mulai sulit dihubungi. Sekalinya mengangkat telepon warga, dia kerap menyampaikan beribu alasan sehingga belum bisa mengerjakan perumahan warga.

Merasa ada yang tidak beres dengan kelakuan pihak pengembang tersebut, pada Senin (3/8/2020) siang, warga yang merupakan calon pemilik perumahan mendatangi kediaman Budi di kawasan Kelurahan Karang Senang SP3, Distrik Kuala Kencana, dan menyeretnya ke kantor polisi.

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia mengatakan, berdasarkan keterangan Budi kepada penyidik, dia tak bisa segera melakukan pekerjaannya karena terkendala material.

"Kami akan memfasilitasi kembali pertemuan antara Budi dengan warga kompleks Irigasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut," ujar Wakapolres I Nyoman.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal