Kronologi Penangkapan 2 Oknum Polisi Diduga Jual Senjata Api ke KKB Papua

Chanry Andrew Suripatty ยท Senin, 22 Februari 2021 - 09:46:00 WIT
Kronologi Penangkapan 2 Oknum Polisi Diduga Jual Senjata Api ke KKB Papua
Barang bukti senjata api yang diduga ilegal ke KKB dari Ambon. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

AMBON, iNews.id – Dua oknum polisi ditangkap atas dugaan menjual senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Peristiwa ini memiriskan lantaran terjadi di tengah ketegangan yang semakin meningkat antara TNI Polri dan KKB di Papua.  

Kronologi penangkapan ini merupakan hasil pengembangan saat Polres Bintuni menggagalkan penyelundupan senjata api serbu laras panjang rakitan dan satu pucuk senjata api laras pendek jenis revolver, serta ratusan butir amunisi dari Ambon ke Nabire pertengahan Februari lalu. 

Senjata api ilegal tersebut diduga kuat akan dijual kepada KKB yang saat ini terus melakukan serangkaian serangan kepada warga masyarakat dan aparat keamanan TNI Polri. Satu tersangka dan barang bukti telah diamankan dan kini ditahan di Rutan Polres Teluk Bintuni untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hans Rahmatullah Irawan mengatakan, pengungkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat melalui Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua Barat. 

“Atas laporan tersebut, kami langsung bergerak dan mengamankan pelaku dan barang bukti saat mereka hendak melakukan perjalanan menuju Kabupaten Manokwari dan selanjutnya ke Nabire dengan jalur darat,” ujarnya, Sabtu (13/2/2021).

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan tim gabungan Polda Maluku yang menangkap sejumlah orang diduga anggota Polri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat mengatakan, masih berkoordinasi dengan Polda Papua Barat serta Polres Bintuni terkait penangkapan seorang tersangka yang membawa senpi dan amunisi dari Kota Ambon.

"Hasil pengembangan pemeriksaan terhadap pelaku yang ditahan di Polres Bintuni, mengaku kalau senpi dan amunisi tersebut dibeli dari Ambon," kata Roem, Minggu (21/2/2021).

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2