Tok, DPR Sahkan RUU Otsus Papua Jadi Undang-Undang

Antara · Kamis, 15 Juli 2021 - 16:00:00 WIT
Tok, DPR Sahkan RUU Otsus Papua Jadi Undang-Undang
Tangkapan Layar Ketua Tim Panitia Khusus RUU Otsus Papua DPR Komarudin Watubun (kanan) menyerahkan laporan hasil pembahasan RUU Otsus Papua ke Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kiri) saat Rapat Paripurna, Kamis (15/7/2021). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (Otsus Papua) menjadi Undang-Undang. Pengesahan ini berlangsung pada Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan V Tahun 2020-2021 di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebagai pemimpin rapat mengesahkan RUU Otsus Papua menjadi UU setelah dia meminta persetujuan 492 peserta rapat paripurna yang hadir secara langsung dan virtual.

Para peserta rapat kompak memberikan persetujuannya dan Sufmi pun mengetok palu tanda RUU Otsus Papua disahkan sebagai UU.

Proses pengesahan ini turut disaksikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej.

"Setidaknya ada 20 poin perubahan pada revisi UU Otsus Papua yang terdiri atas perubahan pada 18 pasal dan penambahan dua pasal baru," ujar Ketua Tim Panitia Khusus RUU Otsus Papua Komarudin Watubun saat menyampaikan laporan kerja Tim Pansus pada Rapat Paripurna, Kamis (15/7/2021).

“RUU ini mengakomodir perlunya pengaturan kekhususan Orang Asli Papua (OAP) dalam bidang politik, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan perekonomian serta memberi dukungan bagi masyarakat adat,” katanya.

Dia menjelaskan UU Otsus yang baru itu memberi ruang yang luas bagi Orang Asli Papua untuk berkiprah dalam politik, serta lembaga-lembaga seperti Majelis Rakyat Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Tingkat Kabupaten/Kota (DPRK).

“Saya hitung sekitar 250 kursi (untuk OAP) untuk seluruh (DPRK) kabupaten dan kota di Papua,” katanya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2