10 Satwa Liar Dilindungi Dilepasliarkan ke Papua, dari Nuri Bayan hingga Sanca Hijau

Antara ยท Kamis, 03 Juni 2021 - 09:34:00 WIT
10 Satwa Liar Dilindungi Dilepasliarkan ke Papua, dari Nuri Bayan hingga Sanca Hijau
Sanca hijau bernama latin Morelia viridis menjadi salah satu satwa liar dilindungi yang dilepasliarkan BBKSDA Papua . (ANTARA/HO-KLHK)

JAKARTA, iNews.id - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 10 satwa liar dilindungi ke habitatnya. Seluruh satwa tersebut dalam keadaan sehat dan siap dilepasliarkan.

Dokter Hewan BBKSDA Papua drh Widia mengatakan, jenis-jenis satwa dilindungi yang dilepasliarkan terdiri atas seekor nuri bayan (Eclectus roratus), lima ekor sanca hijau (Morelia viridis), seekor sanca cokelat bibir putih (Leiphyton albertisii), seekor ular boiga cokelat (Boiga irregularis) dan dua ekor kadal panana (Tiliqua scincoides).

BBKSDA Papua dalam tugasnya kali ini menerapkan prinsip konservasi secara lestari serta menjamin terpeliharanya keanekaragaman sumber daya spesies, genetik dan ekosistem.

Status perlindungan satwa tersebut sebagian masuk dalam Apendiks I dan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P106/MENLHK/SETJEN/ KUM.I/12/2018 status dilindungi, khususnya nuri bayan (Eclectus roratus) dan sanca hijau (Morelia viridis).

Lokasi pelepasliaran ada di Pasir 6 yang menjadi bagian dari wilayah kerja Resort Ravenirara, kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Hutan Pasir 6 merupakan hak ulayat Masyarakat Adat Imbi Numbay dan pelepasliaran di lokasi tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat adat terhadap upaya konservasi alam di Papua.

Pihak-pihak yang mendukung proses pelepasliaran ini antara lain Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Avsec Bandara Sentani, Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Maluku Papua Seksi Wilayah III Jayapura, Dewan Adat Suku Imbi Numbay dan Dinas KLH Provinsi Papua.

Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Papua Lusiana Dyah Ratnawati mengatakan, asal usul satwa tersebut beragam.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: