Kasus Tabrak Lari di Tolikara, Keluarga Palang Jalan Minta Bayar Denda Adat Rp3 Miliar

Donald Karouw · Selasa, 02 Agustus 2022 - 14:02:00 WIT
Kasus Tabrak Lari di Tolikara, Keluarga Palang Jalan Minta Bayar Denda Adat Rp3 Miliar
Kapolres Tolikara AKBP Dicky Hermansyah Saragih bersama rombongan saat mengunjungi rumah duka dan memediasi warga agar membuka palang jalan. (Foto : Humas Polda Papua)

"Tuntutan denda adat sebesar Rp1 Miliar tersebut merupakan uang negara yang cukup banyak dan pertanggungjawaban penggunaannya pun tidak semudah yang kita pikirkan. Sebab itu mohon keluarga korban dan masyarakat untuk memberikan waktu kepada Bupati untuk mengumpulkan dana tersebut,” katanya.

Keluarga korban mengucapkan terima kasih atas kedatangan Kapolres Tolikara beserta rombongan di rumah duka ini. Mereka meminta agar Bupati maupun Sekda Tolikara datang sendiri dan bertemu dengan keluarga korban dan masyarakat Desa Bileme  dengan membawa uang Rp1 Miliar sebagai denda adat atas kelalaian pengendara yang mengakibatkan Arnus Yikwa meninggal dunia.

“Palang tidak akan kami lepas sampai Bupati dari tiga kabupaten yang melewati jalan ini membayar denda adat masing-masing Rp1 Miliar. Bila dana sudah kami terima, palang akan kami lepas saat itu juga,” ujar perwakilan keluarga.

Proses mediasi atau pendekatan humanis pembukaan palang Jalan Trans Wamena-Tolikara-Puncak Jaya berjalan dengan baik. Namun pembukaan palang jalan tersebut tidak dapat dilakukan karena masyarakat bersikeras agar pemda segera membayar denda adat yang diminta.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: