ITS dan Uncen Kolaborasi Rancang Kapal Khusus Angkutan Sungai di Papua

Antara · Rabu, 11 Agustus 2021 - 20:34:00 WIT
ITS dan Uncen Kolaborasi Rancang Kapal Khusus Angkutan Sungai di Papua
Mensos Tri Rismaharini menggelar pertemuan dengan pihak ITS. (Foto: Humas Kemensos) 

JAYAPURA, iNews.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkolaborasi bersama Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura mematangkan rancangan kapal untuk angkutan sungai di Papua khususnya Kabupaten Mamberamo Raya. Hasil karya bersama itu bakal diluncurkan pada 17 Agustus mendatang. 

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, rancangan kapal itu merespons aspirasi tokoh adat, pemuka agama dan tokoh Pemerintahan Papua. Mereka sebelumnya menyampaikanmasalah aksesibilitas yang menjadi kebutuhan strategis bagi masyarakat Bumi Cenderawasih.

"Saya bersua dengan Pendeta Lipius di Mamberamo Papua beberapa waktu lalu. Pak pendeta menyampaikan bahwa masyarakat di sana butuh alat transportasi seperti perahu. Saya mendiskusikan hal tersebut dengan teman-teman ITS," kata Mensos Risma dalam siaran pers, Rabu (11/8/2021).

Mensos Risma mengatakan, dalam pertemuan tersebut, dirinya berdiskusi mendalam dengan Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati dan para pakar perancang kapal. Pembahasan  termasuk berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Papua, terutama masalah aksesibilitas. Mereka juga bakal menjajaki berbagai kemungkinan, termasuk dukungan teknologi dan peralatan dari para pakar di ITS.

"Bila masalah aksesibilitas di Papua bisa ditingkatkan, maka akan memicu aktivitas, termasuk aktivitas perekonomian. pada gilirannya hal ini akan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat," ujarnya.

Dia menjelaskan usai berdiskusi, ITS akan berkolaborasi dengan Universitas Cenderawasih Papua untuk mewujudkan harapan tersebut. Selama ini masyarakat Papua sudah mahir membuat kapal sehingga kolaborasi dua perguruan tinggi tersebut menjadi momentum untuk melakukan "transfer of knowledge and technology". Kolaborasi itu diharapkan akan menghasilkan kapal yang andal, dan bisa menjadi andalan transportasi masyarakat Papua.

"Nantinya Universitas Cenderawasih akan menyiapkan sumber daya, baik bahan maupun tenaga. Sementara ITS akan menyiapkan juga tenaga ahli perkapalan untuk bertukar pikiran dalam penyiapan kapal motor untuk masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya berharap bahwa hasil kolaborasi tersebut bisa dituntaskan dalam waktu singkat, sehingga pada 17 Agustus 2021 bisa diluncurkan. Ke depan program kerja di antara Kemensos, ITS dan Uncen tidak berhenti pada pembuatan kapal. Tahap selanjutnya juga akan disertai dengan pelatihan bagi masyarakat agar makin mahir membuat kapal untuk moda transportasi sungai.

"Kami ingin hasil karya bersama ini bisa segera tuntas dan siap di-launching 17 Agustus mendatang. Kapal itu nanti akan lebih banyak untuk mengangkut barang," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Universitas Cenderawasih Papua dalam pembuatan kapal rakyat. Ke depan kapal boat tersebut lebih dioptimalkan untuk angkutan barang, sehingga distribusi barang ke masyarakat bisa lebih cepat dan efisien.

"Kami sudah siap dan Insya Allah bisa seperti yang diinginkan Bu Mensos, kapal tuntas pada 17 Agustus 2021. Nantinya kapal tersebut akan dioptimalkan untuk angkutan barang, agar distribusi barang kebutuhan masyarakat cepat dan efisien," katanya.

Rencananya Kemensos tidak hanya menyiapkan angkutan air, tapi juga darat berupa sepeda motor dengan baterai yang sudah dibuat oleh ITS dengan nama "GESITS". Bahkan nantinya tidak hanya sepeda motor, ITS juga akan membuatkan stasiun pengisian energi dengan menggunakan teknologi solar cell.

Sebelumnya, kepada Mensos Risma, para tokoh Papua yang diwakili Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pendeta Lipiyus Biniluk menyatakan kebutuhan warga untuk meningkatkan akses terhadap moda transportasi air, khususnya melalui sungai. Sesampainya di Surabaya, Mensos merespon cepat dengan melakukan pertemuan bersama pimpinan ITS.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: